Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari, mengecam sikap aparatur Pemerintah Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam merespons keluhan warga soal jembatan rusak di Dusun Karya Tani.

Kritik itu mencuat setelah beredar sebuah rekaman video amatir berdurasi 1 menit 34 detik, yang memperlihatkan seorang pegawai desa hanya tersenyum santai dan memegang rokok sambil mengenakan kacamata hitam, saat seorang nenek menyampaikan keresahan tentang jembatan yang hampir ambruk.

“Ketika berhadapan dengan warga, paling tidak Pemdes harus merespons dengan baik dan sopan. Apalagi jika yang menyampaikan keluhan adalah orang tua, maka itu bentuk perhatian kita,” ucap Shemmy. Rabu, (30/4/2025).

Jembatan kayu yang menjadi satu-satunya jalur penghubung utama warga untuk membawa hasil pertanian itu saat ini dikabarkan nyaris roboh. Jembatan tersebut membentang di atas Sungai Rapak selebar 60 meter, yang dikenal sebagai habitat tiga ekor buaya.

Kondisi ini memaksa warga menyeberang sungai tanpa jembatan, yang tentu saja membahayakan keselamatan mereka.

Shemmy menegaskan bahwa persoalan seperti ini seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah desa, bukan justru direspons dengan sikap tidak peduli.

“Sangat disayangkan sekali sikap seperti itu. Seharusnya mereka bisa serius mendengarkan keluhan warga, bukan malah sebaliknya,” tambahnya.

Ia berharap insiden serupa tidak terulang dan meminta Pemdes melakukan evaluasi terhadap oknum yang terekam dalam video tersebut. Menurutnya, rasa empati dan pelayanan publik yang beradab adalah pondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan di tingkat desa. (ADV)