Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya terhadap sektor pendidikan. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal pelaksanaan Program Pendidikan Gratis (Gratispol) yang menjadi salah satu prioritas pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Menurut Ananda, Gratispol merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dari keluarga berpenghasilan rendah.

“Gratispol adalah bentuk investasi pemerintah untuk masa depan generasi muda Kaltim. Kami mendukung penuh kebijakan ini, tapi tentu pelaksanaannya perlu dikawal agar tepat sasaran,” ucapnya. jum’at, (9/5/2025).

Program Gratispol yang dirancang masuk dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kini sedang dalam tahap finalisasi. Ananda menilai, keselarasan program ini dengan RPJMD menjadi landasan penting dalam jangka panjang.

Namun, ia tidak menampik adanya kritik terhadap program tersebut, khususnya terkait batas usia penerima beasiswa. Gratispol menetapkan usia maksimal 21 tahun untuk jenjang S1, 35 tahun untuk S2, dan 40 tahun untuk S3. Beberapa kalangan menilai ketentuan itu terlalu membatasi, terutama bagi calon mahasiswa doktoral non-tradisional.

Menanggapi hal tersebut, Ananda mengimbau publik untuk memberi ruang bagi implementasi awal program. “Kita lihat implementasinya dulu. Kalau ke depan ada hal yang perlu disesuaikan, termasuk soal usia, itu bisa dibicarakan kembali. Tidak harus kaku,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Ananda menekankan pentingnya efisiensi anggaran untuk menjamin kelangsungan program prioritas seperti Gratispol. DPRD, kata dia, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kini sedang menyusun strategi penyesuaian keuangan.

“Ada beberapa penghematan di pos tertentu. Ini langkah realistis agar program-program utama bisa tetap jalan meski dalam kondisi fiskal terbatas,” imbuhnya.

Ananda juga memastikan bahwa pengawasan terhadap Gratispol tidak akan kendur. Evaluasi berkala akan menjadi mekanisme penting agar program ini benar-benar berjalan sesuai target.

“Kalau program ini berhasil, maka efeknya akan terasa dalam jangka panjang. Ini bukan soal kepentingan sesaat, tapi tentang memperkuat SDM Kaltim secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV)