Wancana Pembangunan Pasar Induk Baru Di Km.5,5 Dianggap Sebagai Solusi Kemacetan di Pasar Pandansari
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama DPRD terus mendorong realisasi pembangunan Pasar Induk baru yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 5,5, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara. Langkah ini diambil sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan serta mendukung peningkatan aktivitas perdagangan di kota ini.
Pasar induk tersebut direncanakan sebagai pengganti Pasar Pandansari di Balikpapan Barat, yang saat ini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan saat aktivitas bongkar muat barang yang terus meningkat. Lahan untuk pembangunan pasar induk telah siap dan dapat segera digunakan.
“Kami ingin menghadirkan pasar yang lebih modern dan mampu menjawab kebutuhan pedagang serta masyarakat,” ujar Fauzi.
Dia menambahkan bahwa pasar ini akan didesain dengan konsep yang lebih tertata guna meningkatkan efisiensi distribusi barang dan kenyamanan bagi pedagang serta pembeli.
Salah satu permasalahan utama di Pasar Pandansari adalah kemacetan yang kerap terjadi akibat aktivitas bongkar muat barang di jalan yang sempit. Situasi ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga mengganggu distribusi barang.
“Dengan adanya pasar induk di lokasi baru, diharapkan kemacetan ini dapat teratasi. Pasar akan dirancang dengan area bongkar muat yang lebih luas dan terorganisir, sehingga tidak mengganggu lalu lintas di sekitar pasar,” jelasnya.
Untuk memastikan proyek ini berjalan optimal, DPRD Balikpapan akan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam melakukan kajian mendalam terkait desain dan tata kelola pasar.
“Dengan perencanaan yang matang, pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi pusat distribusi logistik yang lebih efisien,” tambahnya.
Keberadaan Pasar Induk di Kilometer 5,5 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Dengan fasilitas yang lebih modern, pasar ini akan meningkatkan daya saing pedagang lokal dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Dengan aksesibilitas yang lebih baik serta fasilitas yang memadai, Pasar Induk di Kilometer 5,5 diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Balikpapan. (ADv)
Tinggalkan Balasan